Jumat, 15 Juli 2011

contoh soal dan jawaban microekonimika

bab 8. soal mikcro
1)    Jika Seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimal apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama.
2)    Tingkat penggantian marginal
    Adalah Pengorbanan atas konsumsi suatu barang untuk menaikkan konsumsi suatu barang lainnya.
    Sifatnya mengganti konsumsi barang

3)    a. Garis  Pendapatan  Konsumsi  : adalah titik  keseimbangan   yang   diwujudkan   oleh
    perubahan pendapatan dihubungkan akan terdapat suatu kurva
    Garis  harga  konsumsi  :  titik  –  titik  keseimbangan  yang  diwujudkan  oleh
    perubahan harga
b. Efek penggantian : Konsumen lebih banyak mengonsumsi barang itu ( A ) dan
    mengurangi konsumsi barang lain.
    Konsumen dan kenaikan pendapatan riel ini akan menambah konsumsi
    berbagai barang

4).    Analisis Kurva Kepuasan
    
Jika harga naik menjadi Q , maka permintaan turun menjadi Q1
Jika turun menjadi P2 . maka permintaan naik menjadi Q2
Kurva kepuasan sama terbesar ada pada garis C ( 0 P2 Q2 ) kuantatif






1.    a. Mangga Rp. 2000/buah  20 x 2000 = 40.000
    Durian Rp. 4000/buah  10 x 4000 = Rp. 40.000
Gabungan     Mangga ( buah )     Durian ( buah )
A    20    0
B    16    2
C    12    4
D    8    6
E    4    8
F    0    10

    Garis anggaran pendapatan













        b. Mangga 200/buah  20 x 2000 = Rp. 40.000
        Durian Rp. 2.500/buah  16 x 2500 = Rp. 40.000
        


    c. Mangga 1000/buah  40 x 1000 = 40.000
        Durian 2000/buah  20 x 2000 = 40.000
   
    d. I. Mangga Rp. 2000/buah  30 x 2000 = 60.000
            Durian 4000/buah  15 x 4000 = 60.000
        II Mangga 4000/buah  40 x 2000 = 80.000
            Durian 4000/buah  20 x 4000 = 80.000
                   
                Durian
2.    a. Tabel 1
Gabungan    Makanan    Pakaian    Tingkat penggantian
Marjinal makanan dan pakaian
A    80        40/15 = 2,6
        20

       

B    40       
        5
20/5 = 4
           
C    20   

        10

            5/10
D    15   
20   


Tabel 2
Gabungan barang     Makanan    Pakaian    Tingkat penggantian
Marjinal makanan dan pakaian
A    60        20/1 = 20
        1

       

B    40       
        2
    20/3 = 6,6
           
C    20   

        5

                  3/3 = 1
D    15   
10   

Tabel 1


Tabel 2



b. 80 x 1000 = 80.000
    Pakaian 10 x 8.000 = 80.000
Gabungan    Makanan    Pakaian
A    80    0
B    64    2
C    48    4
D    32    6
E    16    8
F    0    10

c. Makanan 100 x 800 = 80.000


     Pakaian 8 x 10.000 = 80.000




BAB 9 hal 206 – 207
1.    a. Sifat perusahaan perseorangan : dilakukan secara perseorangan dan modalnya
    pun juga tidak begitu besar, usaha tersebut dilakukan secara kecil – kecilan,
    pemiliknya juga mempunyai kebebasan yang tidak terbatas, pemilik sepenuh
    nya menguasai perusahaan tersebut dan dapat dilakukan apa saja yang
    dianggap paling menguntungkan.
b. *) Keburukan
    - Terjadinya perselisihan pendapat antar anggota
    -
    *) Cara mengindari keburukan
    - Sering diadakan meting semua anggota agar tercipta suatu kesepakatan yang
       diinginkan oleh semua anggota
    -
    -
c. Sifat – sifat
    - Mengumpulkan modal secara mengeluarkan saham kesuatu bentuk surat
     berharga yag menyatakan bahwa pemegangnya menjadi seorang pemilik
     perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.
    *) Kebaikan
    - Kemampuan dalam memilih modal
    * Keburukan
    -  Anggotanya terbatas
    -
d. Yang mendorong pemerintah mendirikan perusahaan
    - Menciptakan lapangan perusahaan
    - Mencari pemasukan negara
    - Menyediakan jasa yang menjadi kebutuhan pokok
    - Meningkatka taraf perekonomian negara dan masyarakat

2. a. – Perusahaan adalah sebagai unit – unit badan usaha yang mempunyai tujuan
    Yang sama yaitu mencapai keuntungan yang maksimum dan memproduksi
    kan barang dan jasa untuk memenuhi permintaan yang wujud dipasar

        - Sarat untuk mencapai tujuan tersebut ia menjalankan usaha yang bersamaan
           yaitu mengatur penggunaan faktor-faktor dengan cara yang seefisien mungkin
           sehingga usaha memaksimumkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang
           dari sudut ekonomi dipandang sebagai cara yang paling efisien.
 b. - Firma adalah suatu badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi
        untuk menghasilkan mbarang-barang yang dibutuhkan masyarakat
         - Industri adalah kumpulan firma – firma yang menghasilkan barang yang sama
            atau sangat bersamaan yang terdapat dalam suatu pasar.

3). a. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila faktor
         Produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah
         satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya
         tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan
         semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai – nilai negatif. Sifat
         pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan produksi total
         semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan
         kemudian menurun.
Tanah (Hektar)

(1)    Tenaga kerja
(orang)

(2)    Produksi total
(unit)

(3)    Produksi marjinal

(4)    Produksi rata-rata
(unit)
(5)    Tahap
(unit)

(6)
1
1
1    1
2
3    150
400
810    150
250
410    150
200
270    PERTAMA
1
1
1
1
1    4
5
6
7
8    1080
1290
1440
1505
1520    270
210
150
65
15    270
258
240
215
180    KEDUA
1
1    9
10    1440
1300    -80
-140    160
130    KETIGA

4) – Produksi total : jumlah produksi yang dihasikan oleh sejumlah tenaga kerja
        tertentu
    - Produksi marjinal : tambahan produksi yang dilakukan oleh pertambahan satu
       tenaga kerja yang digunakan
    - Produksi rata-rata : produksi yang secara sata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja
      *) Sifat – sifat kurva :
    - kurva produksi : marjinal sifatnya menurun
    - kurva produksi total sifatnya berbentuk cembung keatas
    - kurva produksi rata – rata sifatnya bergerak keatas atau hari zontal
       *) Contoh


5) a. Untuk mengetahui itu kita perlu buat pemisah mengenai tingkat produksi yang
         ingin dicapai
         tingkat produksi yang ingin dicapai. Misalkan produsen ingin memproduksi
         sebanyak 1500 unit. Dalam Gambar 9.4 keinginan ini digambarkan oleh kurva
         produksi saya IQ. Dapat dilihat bahwa kurva itu dipotong atau disinggung oleh
         garis – garis biaya sama di 5 titik, yaitu : A, B, Q, R dan P. Titik – titik ini
         menggambarkan gabungan – gabungan tenaga kerja dan modal yang dapat
         digunakan untuk menghasilkan produksi sebanyak yang diinginkan.
     b) misal dengan garis TC2, yaitu A, B, C, D, dan E. Dari kelima titik ini, titik E
         terletak di kurva produksi sama yang paling tinggi, yaitu kurva produksi sama 
         pada tingkat produksi sebanyak 2500 unit. Ini berarti gabungan yang  
         diwujudkan oleh titik E akan memaksimumkan jumlah produksi yang dapat
         dibiayai oleh uang sebanyak Rp. 300000. gabungan tersebut terdiri dari 12 unit
         modal dan 21 tenaga kerja.


         

Kuantitatif
1)    a.
Jumlah Pekerja    Jumlah Produksi    P M    A P
1
2
3
4
5
6
7
8    1
3
6
10
15
19
22
24    1
2
3
4
5
4
3
2    1
1,5
2
2,5
3
3,3
3,1
3


2)    a. Upah tenaga kerja     = 10.000
    Harga modal         = Rp. 20.000
    Missal
    2x2 = 200 = x2 = 100  x = 10
    2xy = 100  2 (10)y = 100 = y = 
    x = 10 unit, y = 5 unit
    = ( 10.1000 ) + ( 5.20000 )
    = 100.000 + 100.000
    = 200.000
    Jadi untuk menghasilkan 100 ton = Rp. 200.000
b.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar